Untuk Acara 22 Mei Panitia Akan Permudahkan Wc Untuk Peserta

Untuk Acara 22 Mei Panitia Akan Permudahkan Wc Untuk Peserta

Untuk Acara 22 Mei Panitia Akan Permudahkan Wc Untuk Peserta – Koordinator Pergerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) Jumhur Hidayat menganjurkan pada banyak pemilik gedung di Jalan Jenderal Sudirman serta MH. Thamrin atau dekat kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, biar memperbolehkan peserta perbuatan memakai toilet.

Jumhur mengharapkan peserta perbuatan diizinkan ibadah di gedung-gedung seputar Bawaslu itu.

“Kami menganjurkan pada banyak pemilik gedung di seputar jalan Sudirman serta MH Thamrin untuk berikan akses pada peserta perbuatan contohnya untuk MCK (mandi, bersihkan, kakus) atau beribadah sampai-sampai lebih membantu peserta perbuatan,” ujar Jumhur kala pertemuan wartawan di Rumah Kedaulatan Rakyat, Jakarta, Sabtu (18/5).

GNKR memiliki rencana menyelenggarakan perbuatan di muka kantor Bawaslu pada 21-25 Mei kedepan.

Jumhur membidik peserta perbuatan sekitar 1 juta orang. Ia lantas tak tutup peluang massa yg ada lebih dari tujuan itu.

Jumhur mengemukakan pihaknyatidak siapkan tempat untuk bermalam atau mampir. Peserta perbuatan, katanya, bakalan menginap di muka kantor Bawaslu selama 21 sampai 25 mei. Bahkan juga dapat lebih dari itu kalau masih ada massa yg pingin jalankan perbuatan.

“Di jalan itu saja. Kita lihat saja. Kalaupun 2-3 juta orang kehendaknya belum direspons secara baik, bisa jadi masih disana. Kan kita ikhtiar,” ujar Jumhur.

Jumhur mengemukakan mereka bakalan menyudutkan Bawaslu menerbitkan referensi pada Komisi Penentuan Umum (KPU) biar mendiskualifikasi calon presiden nomer urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin jadi peserta Pemilihan presiden 2019.

Itu dipaksa, kata Jumhur, sebab faksi mereka menuding pendapat penyimpangan oleh tim 01 berwujud terbentuk, sistematis serta masif. Baik dari sebelum, kala, sampai sehabis pengambilan suara.

“Kami akan menyudutkan Bawaslu untuk mendiskualifikasi paslon nomer urut 01 jadi peserta dalam pemilihan presiden tempo hari sesuai Masalah 463 UU no 7 tahun 2017,” ujar Jumhur di Rumah Kedaulatan Rakyat, Jakarta, Sabtu (18/5).

Jumhur mengatakan telah memberi kabar faksi kepolisian bab gagasan perbuatan. Disamping itu, Jumhur pun tidak takut semisalkan ada massa lain yg pingin menyelenggarakan perbuatan pada 22 Mei.

Ia mengharapkan perbuatan berjalan mulus. Jumhur mengatakan jika faksinya memperlancarkan memprotes dengan damai. Tak dengan beberapa cara yg menyalahi aturan.

“Aparat kemananan dapat pahami. Kalaupun tujuannya ada faksi yg pingin rusuh bukan faksi kita. Kita pingin damai,” kata Jumhur.

You might also like