Sriwijaya FC Harus Menelan Pil Pahit dengan Terdegradasi ke Liga 2

Sriwijaya FC Harus Menelan Pil Pahit dengan Terdegradasi ke Liga 2 – Sriwijaya FC mesti menelan pil pahit diakhir musim Liga 1 2018 dengan terdegradasi ke Liga 2. Sang kapten, Yu Hyun Koo juga memohon maaf terhadap penduduk di Sumatera Selatan.

“Saya memohon maaf terhadap orang di Palembang serta kurang lebih. Pemain tempo hari udah bertarung maksimum serta nasib yang berkata beda,” kata Yu terhadap wartawan di Palembang, Senin (10/12/2018).

Sriwijaya FC diyakinkan terdegradasi selesai tunduk 1-2 dalam lawatannya ke markas Arema FC, Minggu (9/12) sore di Malang, Jawa Timur. Juara Liga Indonesia 2007, serta 2011-2012 ini juga mendiami urutan 16 klassemen.

Dalam pertandingan terakhir kalinya, Sriwijaya cuma sanggup menghimpun 39 point sesudah mendapatkan 11 kali kemenangan, enam kali imbang serta 17 kali kalah. Yu juga meyakini pada musim 2020 Laskar Wong Kito dapat bangun serta kembali lagi laga sepak bola paling tinggi di Indonesia itu.

“Semoga degradasi ini pada musim depan dapat kembali. Kerena, Sriwijaya ini club yang besar.m serta tahun 2020 mesti bangun kembali serta kami meyakini itu,” kata Yu.

Sesudah diyakinkan terdegradasi berbarengan dua club beda, adalah Partner Kukar serta PSMS Medan, Yu mengaku semua pemain turut susah. Bahkan juga, Yu menyebutkan sang wasit merupakan sebabnya.

“Semua rekan-rekan susah, bila kalah sebab permainan tidak baik kita terima. Namun bila dicurangi serta jadi finalti tdk ada yang terima. Rekan-rekan ikut juga sama sedih,” kata pemain dari Korea Selatan itu.

Dengan cara terpisah, Dirut Sriwijaya Yakin Mandiri, Muddai Madang, terluka dengan terdegradasinya Sriwijaya FC ke Liga 2.

Muddai mengatakan udah bertarung dengan cara maksimum buat konsisten menjaga club itu di Liga 1. Akan tetapi sayang, nasib juga berkata beda serta Sriwijaya FC mesti turun kasta.

“Kami udah berupaya maksimum mengontrol marwah Sriwijaya FC buat konsisten ada di Liga 1. Usaha itu kami melakukan dengan menghadirkan pelatih serta berkuakutas. Namun bila memang semestinya terdegradasi, berikut olah-raga. Yang manakah turun-naik kasta itu jadi sisi seni olah-raga sepak bola,” kata Muddai.

Muddai bahkan juga memberikannya mencontoh waktu Juventus, Sampdoria yang sempat terdepresiasi di Serie A Italia. Karena itu, terdegradasinya sriwijaya FC ke Liga 2 bukan lah akhir dari semuanya.

“Kami akan tetaplah yakin buat bertarung dalam kembalikan Sriwijaya FC ke habitatnya di Liga 1. Jangan sampai bersedih, kami akan sekuat tenaga kembalikan Sriwijaya FC ke habitatnya jadi peserta laga Liga 1 pada 2020,” kata Muddai.

You might also like