Barang Bukti Sabu 8 Plastik Ternyata Garam

Barang Bukti Sabu 8 Plastik Ternyata Garam – Ada narasi menggelitik dibalik penangkapan Anton Eko Kuncoro (27) , bandar sabu asal Desa Tinggarbuntut, Kecamatan Bangsal, Mojokerto. Delapan bungkus serbuk putih yg dikira sabu oleh Anton ataupun polisi, nyata-nyatanya 1 kg garam.

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono mengemukakan Anton termasuk bandar sabu kelas wahid di lokasi hukumnya. Pria yg keseharian tinggal dalam rumah kos Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari itu udah dua tahun bekerja di Kota Onde-onde.

Usut miliki usut, Anton sempat membeli 4 kg sabu dari Pekanbaru, Riau. Akan tetapi belum hingga tangan Anton, pengiriman 4 kg sabu sukses dimentahkan di Pekanbaru.

Barusaja ini terduga pun sukses mengedarkan 1 kg sabu di Kota Mojokerto serta seputarnya. Sepak terjang tersebut yg bikin Anton berubah menjadi incaran khusus Satreskoba Polres Mojokerto Kota.

” Anton memanfaatkan jaringan nasional. Satu diantaranya yg udah disingkap di Pekanbaru. Kala itu bakal ada pengiriman 4 kilo-gram sabu ke Kota Mojokerto, namun sukses ditangkap di Pekanbaru. Kala itu Anton pemesannya, ” kata Sigit kala temu wartawan di Mapolres Mojokerto Kota, Jalan Bhayangkara, Selasa (9/7/2019) .

Perbuatan bandar sabu ini baru dapat di stop polisi pada Jumat (28/6) lebih kurang waktu 21. 30 WIB. Kala itu Anton baru-baru ini ambil sabu seberat 1, 5 kg di daerah Juanda, Sidoarjo. Lebih kurang 300 gr narkotika grup I itu langsung dia kirim ke pengedar dengan metode ranjau di dekat Terminal Kertajaya, Kota Mojokerto.

” Ambilnya di daerah Juanda dengan metode ranjau. Ia disuruh buat meranjau. Semua diremot pelaku (tahanan) dalam lapas. Masih kami dalami pelaku itu lantaran ini relevansinya dengan instansi, ” jelas Sigit.

Kasat Reskoba Polres Mojokerto Kota AKP Hendro Susanto mengatakan, Anton baru ditangkap kala kembali lagi kamar kosnya. Faksinya lantas merazia kamar kos di Lingkungan Balongrawe, Kelurahan Kedundung itu.

Hendro mengakui pernah menyangka dapatkan tangkapan besar. Bagaimana tidak, dari kamar kos Anton faksinya menemukannya 1, 2194 kg sabu yg dikemas berubah menjadi 10 bungkus plastik. Akan tetapi nyata-nyatanya 8 bungkus yang lain cuma serbuk garam.

” Kala itu barang untuk bukti mempunyai bentuk udah beda, lalu kami coba tes dengan dibakar keluar asap. Demikian dicoba nyata-nyatanya garam, rasa-rasanya asin, ” jelasnya sambil ketawa.

Tidak hanya polisi, Anton sendiri pun gak mengira 1 kg serbuk putih itu sebatas garam dapur. Diakui dia diperintah bosnya buat ambil 1, 5 kg sabu di daerah Juanda. Oleh maka itu, ia menyangka seluruhnya sebagai sabu seperti yg biasa dia mengambil.

” Saya pun gak tahu, saya menerimanya udah berwujud itu, ” katanya.

Bacalah juga : Gak Kapok Nyabu, Bartender di Boyolali Ini 4 Kali Masuk Bui

Terhadap wartawan, Anton mengakui sejauh ini cuma jalankan perintah dari seorang yg ia ucapkan bos. Buat tiap-tiap pemungutan, ia dapatkan penghasilan Rp 1, 5 juta.

” Hasilnya buat kepentingan keseharian. Saya cuma diperintah meranjau pada tempat yg udah ditetapkan, ” ujarnya.

Gara-gara tingkah lakunya, Anton dijaring dengan Clausal 114 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 terkait Narkotika. Ultimatum hukuman sekurang-kurangnya 6 tahun penjara udah menantinya.

Tidak cuman Anton, polisi pun menangkap 11 pengedar sabu yang lain selama Juni 2019. Dari banyak terduga, petugas mengambil 231, 88 gr sabu.

You might also like